Tuesday, March 5, 2013

Rintihan Hati Seorang Aku...





Apakah erti perkahwinan bagi seorang 'aku'
Bagai taman bunga yang penuh warna warni?

TIDAK!

Bahkan ianya bagaikan lautan yang maha dahsyat
dan kejam
menelan aku dalam gelombangnya....

Sampai satu saat
aku telah tidak berdaya lagi
lemas dan meronta
tapi
siapa yang peduli.....?



Setiap saat sepi menghimpit
setiap detik batin menjerit
hendak dilimpahkan airmata
di dada siapa...?

derita ini

akan adakah hujungnya
kelukaan yang kian parah
bisakah ditemukan penawarnya..

atau


derita itu mendakap setia

sampai ke ujung nyawa....

akan kupujuk hati ini

sendiri
bahagia ini bukan milikmu
gembira bukan kepunyaanmu
genggamlah ukiran duka yang terpahat dijiwa..
jika itu memang sudah 
ditakdirkan untukmu....

Thursday, January 31, 2013

Puisi -Saat Engkau Pergi



Bila kulihat engkau pergi
Untuk bersama dia
Sedang aku semakin mendekat
Batinku bertempur hebat
Antara rindu yang mengikat
Dan cemburu yang semakin lebat
Namun aku tidak dapat menghalangmu
Hanya memandang
Dalam debar hati yang semakin bergoncangan…..

Tuesday, January 29, 2013

Hanya Kenangan


JABATAN PELAJARAN PERAK

Selepas berkhidmat disektor swasta lebih kurang 14 tahun,saya berkhidmat di sektor awam mulai Mei 2002.Jabatan Pelajaran Perak tempat posting saya yang pertama sebagai penjawat awam.Saya bertugas di Unit Pencen.Kini segalanya tinggal kenangan.Saya telah bertukar tempat bertugas dan kembali ke daerah Kuala Kangsar.

Thursday, December 13, 2012

Puisi -Kebebasan






Bebaskan aku dari kezaliman

Lepaskan aku dari kekejaman

Rungkaikan aku dari rangkulan penderitaan

Yang mengekang titisan kebahagiaan

Dari setiap urat darah

Yang mengalir hanyalah lara dan duka.



Nafasku

Terbelit dengan kesepian

Senyumanku menabiri kelukaan

Yang tidak diteka oleh sesiapa



Sungguh aku tidak terdaya

Menahan rabaknya jiwa yang telah binasa

Mampukah aku membebaskan diri

Dari kesakitan penderitaan ini

Dalam keinginan yang meronta untuk bebas

Tetap dalam kesetiaan

Haruskah

Sehingga ke ujung nafas…. ?



Karya: Juriah bt Ishak





Puisi Cinta









di kejauhan ini, akulah yang mendakap resah

kerana kerinduan tidak pernah rebah

tak tercantumkan impian kita, walau berhenti nafasku

yang terpintal hanyalah derita

saat demi saat, pintalannya semakin kuat

percintaan ini, aku tidak pernah meminta

perpisahan ini, aku tidak pernah merela

tapi apalah dayaku kekasih, pengorbanan ini harusku lakukan

demi kemanusiaan, walau bagimu tidak bermakna

atau tiada nilaiannya

meskipun aku mengorbankan nyawa

untuk secubit perhatian

dan kasih sayang darimu

akhirnya cinta kita

yang kau ciptakan

lewat musim mengubat dukaku

terhumban dilembah lara

yang teramat dalam

yang terhiris, terkoyak luka

siapakah di antara kita

yang lebih merasanya





Karyacipta: Juriah bt Ishak



Thursday, October 25, 2012

Puisi Cinta Terpinggir

Tidak kutahu apa yang berlagu dihatimu

Kejerihan dan kepayahan
Sukar kutemukan jawapan
Perjalanan yang maha panjang
Mencari kasih yang hilang

Kasih yang datang
Kemungkinan hanya bayang
Cinta abadi yang ditemui
Mungkin hanya ilusi

Entah berapa lama begini
Benar-benar otakku beku
Untuk memahami hatiku ini
Menagih, meminta simpati kasih darimu

Keterlaluankah aku
Melukut di tepi kasih sayangmu
Buat menenangkan jiwa seketika
Supaya ia tidak meronta-ronta
Untuk aku terus lalui hari-hari
Walau dengan apa cara
Tenggelamkah aku
Atau hanyut entah ke mana.

Puisi Kuingin Dikasihi


terlontar kembali aku
                   ke lembah derita yang paling dalam
                   memerit-pedihkan kalbu yang terbungkam
                   hendakku limpahkan airmata
                   di dada siapa
                   ingin bercerita
                   aku kehilangan kata
                   keseorangan aku
                   getus suara hati menjerit laung
                   tidak terdengarkan kecuali
                   tuhan, hanya tuhan
                   tertunduk aku merenung, menghitung
                   lama dan dalam
                   ingin saja kubenamkan diri
                   ke lubuk hati
                   kerdilnya aku
                   oh tuhan
                   oh tuhan
                   haruskah perempuan ini
                   terus berpasrah
                   dalam kelukaan yang semakin parah
                   di temani adam yang tidak mengerti
                   asal hawa dari rusuk kiri seorang lelaki
                   dekat di hati
                   sepatutnya dikasihi dan dilindungi
                   bukan dizalimi.